| Keadaan Setelah Terjadinya Gelombang |
Beijing - Hubungan China dan Jepang dalam hal politik bisa dibilang kurang harmonis. Namun, demi alasan kemanusiaan dan simpati bagi para korban gempa-tsunami di Jepang, kisah lama tersebut dikesampingkan.
Dilansir reuters, Minggu (13/3/2011), sekelompok tim penyelamat sudah datang dari China untuk membantu proses evakuasi di Jepang. Negeri tirai bambu bahkan tak berlama-lama untuk memberikan simpati.
Bahkan menteri pertahanan China Liang Guanglie langsung menelepon beberapa rekannya di Jepang untuk menawarkan bantuan. Langkah yang cukup 'aneh' karena selama ini Guanglie dikenal sebagai orang yang kerap berbicara soal kisah heroik perlawanan China terhadap penjajahan Jepang saat perang.
"Disamping gempa bumi di Provinsi Yunnan pada 10 Maret, dimana pemerintah China disibukkan untuk proses pembangunan kembali, mereka juga berusaha untuk membantu Jepang yang tengah dilanda bencana," ucap akademisi China, Liu Jiangyong di kolom koran setempat. Saat itu gempa Yunnan menewaskan 25 orang.
"Kita tidak akan pernah melupakan bantuan Jepang pada saat gempa bumi di Wenchuan pada tahun 2008 di provinsi Sichuan," ucap Liu lagi.
Rencananya, akan ada pernyataan resmi dari pemerintah China menyikapi apa yang terjadi di Jepang Senin besok.
Hubungan China dan Jepang kurang harmonis sejak Perang Dunia ke II. Saat itu, tentara negeri Sakura menginvasi China di tahun 1931-1945. Luka saat era penjajahan itu masih berbekas.
Kondisi juga sempat memanas saat September 2010. Saat itu, kapal penangkap ikan China bertabrakann dengan kapal patroli Jepang. Persaingan ekonomi juga membuat kedua negara kerap tidak akur.
"Saya berharap Jepang akan menjadi partner tetangga yang baik dan mau mengurusi bisnis tanpa harus melakukan provokasi yang tidak perlu" pesan salah seorang warga China di situs people.com.
Sumber : www.detikNews.com
No comments:
Post a Comment